Sabtu, 02 Juni 2012

Narmada



Nama Narmada mengambil dari  sebuah Sungai Narmadanadi, anak Sungai Gangga, yang memang memiliki kolam-kolam. Dalam agama Hindu, air begitu dihargai dan disucikan sebagai sebuah sumber kehidupan.
Di dalam Taman Narmada ini terdapat sumber mata air yang berasal dari wilayah sebelah atas, yaitu Suranadi dan Sesaot. Aliran air dari sumber mata air ini tak pernah surut yang menjadikan mata air di sana tidak kunjung henti mengalir dan menjadi simbol mata air abadi (tirta amerta).

Selain pancaran air yang menyejukkan, Taman Narmada yang memiliki luas 2 hektare ini memiliki bangunan yang terbilang megah, apalagi untuk ukuran masa lalu, tepatnya tahun 1727, saat masih berkuasanya raja Anak Agung Anglurah Gede Ngurah Karangasem yang memprakarsai pembangunan Taman Narmada ini.

Kompleks Taman Narmada ini dibangun di atas lanskap dengan kontur tanah yang naik-turun. Taman Narmada terbagi menjadi beberapa bagian utama, seperti Gerbang Utama, Jabalkap, Telaga Kembar, Gapura Gelang dan Paduraksa, Mukedes, Telaga Padmawangi, Balai Loji, Balai Terang, Pantadaan, bangunan Sekapat, Balai Bacingah, Pura Kalasa, dan Pura Lingsar.

Gerbang utama berbentuk gapura bentar yang menjulang, identik dengan gapura kembar khas Bali. Saat masuk lewat gapura ini, mata kita akan disuguhi dengan panorama dua kolam kembar.

Selanjutnya, lebih ke dalam lagi, terdapat Gapura Gelang dan Paduraksa yang merupakan gerbang menuju Mukedes. Mukedes ini merupakan tempat banyak bangunan didirikan, misalnya Sanggah Pura, Balai Pamerajan, dan Balai Loji.

Di sisi tenggara Mukedes, terdapat gapura menuju Pasarean. Di sini terdapat Balai Loji, Telaga Padmawangi, Pawedayan, Pawargan, dan Balai Terang. Khusus Balai Terang dulu dikenal sebagai tempat istirahat raja dengan bentuk panggung dari kayu.

Uniknya, di Balai Terang, terdapat bangunan terbuka yang disebut Balai Atas sebagai semacam gardu pandang. Dari sini lanskap taman Nadmada dapat secara utuh dikagumi keindahannya sebagai wujud tingginya peradaban masa lalu.

Taman Narmada juga memiliki fungsi sebagai tempat upacara agama Hindu yang di dalamnya memiliki pura bernama Kelasa dan Narmada. Di sini setiap bulan kelima pada tahun Saka diadakan upacara Pakelem yang merupakan upacara rasa syukur atas berkah yang diberikan.

 Sumber : http://poskota.co.id/berita-terkini/2011/11/15/taman-narmada-tempat-peristirahatan-para-raja

Tidak ada komentar:

Posting Komentar